Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Bandung memiliki perjalanan sejarah yang berawal dari upaya pengembangan pendidikan keagamaan dan pembinaan sumber daya manusia di Jawa Barat. Perjalanan tersebut telah berlangsung sejak akhir dekade 1960-an dan terus berkembang hingga menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan berbagai program studi pada jenjang Sarjana.
Cikal bakal STAI Siliwangi Bandung bermula dari Akademika Pendidikan Rohani Islam Bandung (AKPRIBA) yang didirikan pada tahun 1969 berdasarkan Surat Keputusan Pangdam VI/Siliwangi Nomor 170/3/7/69 tanggal 6 Agustus 1969.
Pendirian AKPRIBA menjadi bagian dari upaya pengembangan pendidikan keagamaan dan pembinaan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan serta pemahaman keislaman.
Dalam perkembangan selanjutnya, AKPRIBA mengalami perubahan kelembagaan menjadi Institut Islam Siliwangi (INISI).
INISI kemudian memperoleh status diakui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 1971. Perubahan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi Islam di lingkungan Siliwangi.
Seiring dengan kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi yang lebih luas, muncul gagasan untuk mengembangkan lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan keilmuan lainnya.
Dalam proses tersebut, pimpinan STAI Siliwangi Bandung bersama sejumlah tokoh turut membidani pendirian STKIP Siliwangi Bandung berdasarkan Surat Perintah Pangdam III/Siliwangi Nomor Sprint 335/III/1986 tanggal 11 Maret 1986.
Perkembangan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan lembaga pendidikan tinggi yang kemudian melahirkan berbagai bentuk dan bidang pendidikan di lingkungan Siliwangi.
Tonggak penting berikutnya terjadi ketika Fakultas Tarbiyah INISI Bandung berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Bandung berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 1995 tanggal 8 Januari 1995.
Sejak saat itu, STAI Siliwangi Bandung berkembang sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, dunia pendidikan, serta dunia kerja.
Dalam perkembangannya, STAI Siliwangi Bandung menyelenggarakan pendidikan pada beberapa bidang keilmuan melalui program-program studi yang mencerminkan kebutuhan pendidikan, keagamaan, pendidikan dasar, bahasa, serta ekonomi dan hukum syariah.
Saat ini STAI Siliwangi Bandung memiliki lima program studi:
Tadris Bahasa Inggris (TBI)
Pendidikan Agama Islam (PAI)
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Hukum Ekonomi Syariah (HES)
Perbankan Syariah (PS)
Perjalanan sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas STAI Siliwangi Bandung dalam menjalankan peran pendidikan tinggi di tengah masyarakat.
Dengan terus mengembangkan tata kelola, kualitas pembelajaran, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan, STAI Siliwangi Bandung berkomitmen untuk melanjutkan perjalanan kelembagaannya dan memberikan kontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
1969
AKPRIBA didirikan berdasarkan Surat Keputusan Pangdam VI/Siliwangi Nomor 170/3/7/69 tanggal 6 Agustus 1969.
1971
AKPRIBA berkembang menjadi INISI dan memperoleh status diakui berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 79 Tahun 1971.
1986
Pimpinan STAI Siliwangi Bandung dan sejumlah tokoh turut membidani pendirian STKIP Siliwangi Bandung berdasarkan Surat Perintah Pangdam III/Siliwangi Nomor Sprint 335/III/1986 tanggal 11 Maret 1986.
1995
Fakultas Tarbiyah INISI Bandung berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Bandung berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 71 Tahun 1995 tanggal 8 Januari 1995.
Kini
STAI Siliwangi Bandung terus mengembangkan pendidikan tinggi melalui lima program studi dengan menyesuaikan penyelenggaraan pendidikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan dunia kerja.